Lorem

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Ipsum

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Dolor

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.
 

Kamis, 12 Agustus 2010

Pembicara : Drs. Musholli

Masihkah kita ingat akan konflik yang dulu terjadi dan sampai sekarang masih terjadi di bosnia,checnya,palestina,irak,afghanistan dan tempat-tempat lainnya, apa yang kita lakukan? Kita hanya bisa berdiam diri, menyesali apa yang sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita dan berdoa, lalu apa lagi yang bisa kita lakukan ? menyumbang sebagain dari harta kita, lalu apa lagi yang bisa kita lakukan ? berdiam diri begitulah kira-kira apa yang sedang sedang terjadi oleh kita, apa yang sedang terjadi oleh umat kita, umat islam.
Keterpurukan yang terjadi selama ini pada umat islam disebabkan oleh kelemahan dan keterpurukan yang disebabkan oleh tidak adanya panutan yang tegas yang dapat di jadikan contoh oleh umat islam, dengan kata lain krisis kepemimpinan yang menimpa umat islam selepas runtuhnya kekahlifahan terjadi karena umat kehilangan dan rindu akan sosok pemimpin yang dapat mengayomi dan memberikan contoh apa yang umat inginkan selama ini. Terlihat dengan terpuruknya umat islam di berbagai belahan dunia khususnya negara yang mayoritasnya islam, meskipun kelompok umat islam dinegara tersebut termasuk dalam kelompok mayoritas, namun umat islam hanya mayoritas dalam segi kuantitas penduduknya, sedangkan dalam hal kuantitas umat kita tertinggal jauh , baik dari segi pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan oleh non-muslim yang hanya menjadi kelompok minoritas.
Mengapa hal tersebut dapat terjadi ? selain karena adanya krisis kepemimpinan yang berkepanjangan, pada internal umat islam juga terdapat konflik-konflik horizontal yang terjadi karena adanya perbedaan perbedaan yang mungkin dapat dikatakan sepele,hal itu terjadi karena tidak adanya sifat saling menghormati akan perbedaan-perbedaan dan tidak dapat menganggap bahwa perbedaan seyogyanya dapat menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan. melihat kondisi tersebut, kita sebagai calon penerus bangsa yang beragama islam, sudah seharusnya melihat hal ini sebagai tantangan untuk memperbaiki diri kita untuk kemajuan umat yang sampai sekarang butuh akan sosok pemimpin yang dapat mengayomi dan menjadi inspirasi bagi mereka, sudah saatnya islam bangkit dan sudah seharusnya umat islam memegang peradaban yang sudah lama direbut, inilah saatnya kita merebut kembali kunci itu merebut kembali peradaban itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.